JAYAPURA – Misteri hilangnya Nurmila Nainin alias Tapasya, bocah perempuan berusia 9 tahun yang sempat dilaporkan hilang sejak awal April lalu, akhirnya terkuak.
Polresta Jayapura Kota mengungkap bahwa Tapasya ternyata menjadi korban pembunuhan yang tragis dengan pelaku tak lain adalah ayah tirinya sendiri, berinisial MN (40).
Kapolresta Jayapura Kota, AKBP. Fredrickus W.A. Maclarimboen, SIK, MH, CPHR dalam rilis yang diterima Jumat (25/06/2025) menyatakan bahwa kasus tersebut bermula dari laporan orang hilang yang disampaikan oleh ibu kandung korban pada 7 April 2025 silam dan terungkap pasca adanya penemuan sesosok jasad anak perempuan dalam kondisi rusak di perairan Holtekamp – Jayapura.

“Setelah dilakukan pemeriksaan oleh Tim forensik dan Labfor Polda Papua, jasad yang ditemukan teridentifikasi sebagai Ananda Nurmila. Dari hasil penyelidikan lanjutan, semua bukti dan keterangan saksi mengarah kepada ayah tiri korban, MN, sebagai pelaku utama,” ungkap AKBP. Fredrickus.
Lebih lanjut dijelaskan Kapolresta, pelaku menghabisi nyawa korban dengan cara mencekik lalu menyembunyikan jasadnya ke dalam wadah baskom berwarna hitam lalu kemudian membawa jasad tersebut menggunakan perahu dan membuangnya ke laut sejauh sekitar 1,7 kilometer dari rumah korban.
Sebelum dibuang, pelaku juga mengikat kaki korban dengan tali nilon dan memberi pemberat berupa batu dalam karung. “Motif dari tindakan keji ini diduga karena pelaku merasa kesal terhadap ibu kandung korban yang sering meninggalkan rumah,” terang Kapolresta.
Penulis: Christo L


