Saturday, April 4, 2026
Google search engine
HomeBerita PapuaWakil Panglima OPM Tewas Dalam Kontak Tembak Dengan TNI di Lanny Jaya

Wakil Panglima OPM Tewas Dalam Kontak Tembak Dengan TNI di Lanny Jaya

PAPUA PEGUNUNGAN – Aparat TNI berhasil melumpuhkan salah satu tokoh sentral Kelompok Separatis Bersenjata (KSB) Organisasi Papua Merdeka (OPM), Mayer Wenda alias Kuloi Wonda.

Operasi berlangsung di Kampung Mukoni, Distrik Mukoni, Kabupaten Lanny Jaya, Papua Pegunungan, Selasa (05/08/2025) sekitar pukul 16.30 WIT.

Mayer Wenda diketahui menjabat sebagai Wakil Panglima Kodap – XII/Lanny Jaya dan masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) sejak 2014 karena keterlibatannya dalam sejumlah aksi kekerasan bersenjata di Papua.

Beberapa aksi kejahatan yang tercatat dalam rekam jejaknya antara lain Penyerangan Mapolsek Pirime (2012), Pembunuhan anggota Polri di Tolikara (2012), Aksi penghadangan dan penembakan terhadap aparat keamanan di Lanny Jaya (2014).

Saat hendak diamankan, Mayer Wenda dan kelompoknya melakukan perlawanan bersenjata. Kontak tembak pun tak terelakkan. Dalam baku tembak tersebut, Mayer Wenda tewas di tempat bersama seorang rekannya yang diduga adalah adiknya, Dani Wenda.

Kedua jenazah telah dievakuasi ke RSUD Wamena guna proses identifikasi lebih lanjut.

Barang bukti yang diamankan masing – masing 1 (satu) pucuk senjata api laras pendek jenis revolver, 24 butir amunisi aktif, 2 (dua) KTP atas nama Dani Wenda dan Pemina Wenda, 2 (dua) unit telepon genggam, Uang tunai sebesar Rp 65.000 serta 1 (satu) buah noken.

Kepala Pusat Penerangan TNI, Mayjen. TNI. Kristomei Sianturi, dalam keterangan pers di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Rabu (06/08/2025), menyebutkan bahwa operasi ini merupakan bagian dari pelaksanaan tugas TNI dalam Operasi Militer Selain Perang (OMSP).

“Operasi ini berjalan sesuai prosedur dan merupakan bentuk nyata pelaksanaan tugas TNI sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2025 tentang Perubahan atas UU Nomor 34 Tahun 2004 tentang TNI,” jelas Mayjen. Kristomei.

Kapuspen juga menegaskan bahwa TNI akan terus menjalankan penegakan hukum terhadap kelompok separatis secara profesional, proporsional, dan terukur, demi menjaga kedamaian dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Keberhasilan ini menjadi sinyal kuat bahwa Negara tidak akan mundur selangkah pun dalam menjaga stabilitas dan keamanan Papua, terlebih menjelang peringatan HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia,” pungkasnya.

Penulis: Christo L

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments