KOTA SORONG -Senator Papua Barat Daya, Paul Finsen Mayor (PFM), melakukan inspeksi mendadak (sidak) di sejumlah titik rawan banjir di Kota Sorong, Papua Barat Daya, pada Rabu (22/10/25). Dalam sidak, ia menyoroti kondisi drainase, aliran air, dan sungai-sungai kecil yang menjadi jalur pembuangan air utama di tengah kota.
PFM menemukan banyak titik drainase tertutup sedimen dan tumpukan sampah, terutama di kawasan padat aktivitas ekonomi seperti Jalan kilometer 9 hingga kilometer 12. Menurutnya, kondisi ini menjadi penyebab utama genangan dan banjir yang kerap melanda Kota Sorong setiap kali hujan turun dengan intensitas sedang hingga tinggi.
“Permasalahan banjir di Sorong bukan semata karena curah hujan, tapi lebih karena sistem drainase yang buruk dan minimnya perawatan berkala. Banyak got yang tertutup lumpur dan sampah, bahkan ada yang sudah tidak berfungsi sama sekali,” ujar PFM di sela-sela peninjauan.

Ia juga menyoroti lemahnya koordinasi antarinstansi pemerintah daerah dalam menjaga kebersihan saluran air dan menata ulang sistem drainase kota. Pemkot Sorong perlu mengambil langkah strategis yang tidak hanya bersifat reaktif setelah banjir terjadi, tetapi juga preventif dengan memperbaiki desain dan kapasitas drainase yang sudah tidak seimbang dengan laju pembangunan kota.
“Pemerintah harus turun lebih sering ke lapangan, bukan hanya menunggu laporan atau momentum bencana. Kota ini berkembang pesat, tapi sistem drainasenya masih seperti sepuluh tahun lalu, ini kenyataan langsung yang saya lihat dengan mata kepala,” tegas PFM.
Usai sidak, PFM melanjutkan kegiatannya dengan aksi sosial membagikan kantong sampah plastik kepada para pedagang buah di sepanjang Jalan Basuki Rahmat. Aksi ini dilakukan sebagai bagian dari ajakan untuk membangun kesadaran kebersihan lingkungan di tengah masyarakat kota.
PFM juga memberikan sosialisasi singkat tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dan tidak membuang sampah sisa potongan buah ke dalam selokan.
“Kita semua punya peran. Kalau pedagang disiplin menjaga kebersihan, saluran air tidak akan tersumbat. Sampah kecil dari kulit dan potongan buah kalau menumpuk, bisa jadi penyebab besar banjir,” ujarnya di hadapan para pedagang.
Aksi spontan itu mendapat apresiasi dari warga dan para pedagang yang merasa senang mendapat perhatian langsung dari wakil daerah di tingkat nasional.
Salah satu pedagang buah di lokasi, Mama Yanti, mengatakan, “Kami senang ada yang datang langsung kasih contoh. Sekaligus dengan sikapnya yang ramah memberikan pemahaman kepada kami disini.”
PFM juga menyampaikan apresiasi kepada pihak-pihak yang masih aktif menjaga kebersihan dan lingkungan, terutama komunitas lokal yang rutin melakukan kerja bakti. Namun, ia juga menegaskan bahwa pemerintah kota harus lebih tegas dalam penegakan aturan kebersihan dan penataan drainase.
“Kesadaran masyarakat penting, tapi pemerintah juga harus konsisten menindak dan menata. Tanpa ketegasan, kita hanya mengulang masalah yang sama setiap musim hujan,” tutupnya.
Sidak dan aksi sosial ini menegaskan citra Paul Finsen Mayor sebagai senator yang tidak hanya vokal di parlemen, tetapi juga turun langsung ke lapangan untuk memastikan persoalan daerahnya mendapat perhatian nyata.
Penulis: Andre R


