Saturday, April 4, 2026
Google search engine
HomeBerita PapuaMomen Sumpah Pemuda, Senator Paul Finsen Mayor Ajak Anak Muda Jaga Jati...

Momen Sumpah Pemuda, Senator Paul Finsen Mayor Ajak Anak Muda Jaga Jati Diri Bangsa di Tengah Arus Globalisasi

KOTA SORONG – Dalam momentum peringatan Sumpah Pemuda, Senator asal Papua Barat Daya, Paul Finsen Mayor (PFM), menyerukan pentingnya menjaga jati diri bangsa di tengah derasnya arus globalisasi dan budaya asing yang terus menggerus nilai-nilai luhur lokal.

Menurutnya, pemuda Indonesia khususnya di Tanah Papua harus mampu menjadi pelopor perubahan positif dengan berpegang pada kearifan lokal, semangat gotong royong, dan nilai-nilai moral yang menjadi kekuatan bangsa sejak dulu.

PFM yang dikenal sebagai pejuang pendidikan dan suara vokal di Senayan ini menilai bahwa banyak generasi muda kini terlena oleh budaya instan dan hiburan digital yang sering kali tidak selaras dengan nilai-nilai bangsa. “Pemuda kita harus cerdas dalam menyaring budaya luar. Tidak semua yang datang dari luar itu buruk, tapi jangan sampai kita kehilangan identitas dan lupa akan akar budaya sendiri,” ujarnya tegas, Selasa (28/10/2025).

Senator PFM menyoroti bahwa ancaman terbesar bagi generasi muda bukan hanya kemiskinan atau keterbatasan ekonomi, tetapi kemalasan dan perilaku negatif yang menjauhkan mereka dari produktivitas. Ia mengingatkan bahwa mabuk-mabukan, judi, dan tindakan kriminalitas adalah cerminan dari hilangnya arah dan semangat perjuangan yang dulu ditunjukkan oleh para pemuda 1928.

“Sumpah Pemuda bukan hanya seremonial. Itu adalah janji kebangsaan yang mengikat kita untuk terus mencintai tanah air, menjaga budaya, dan membangun masa depan bangsa dengan kerja nyata,” ungkap PFM.

Ia juga menekankan pentingnya dunia pendidikan sebagai benteng moral dan karakter bangsa. Bagi PFM, pendidikan bukan sekadar urusan sekolah, tetapi proses pembentukan pribadi yang berintegritas, mandiri, dan peduli terhadap sesama.

“Anak muda Papua harus berani bermimpi besar, tapi jangan lupa berakar pada nilai-nilai budaya lokal. Dari pendidikan yang baik, lahir generasi yang kuat, jujur, dan produktif,” tambahnya.

PFM mengajak seluruh pemuda di Papua Barat Daya untuk bangkit dari zona nyaman dan menjadi contoh bagi masyarakat di sekitarnya bukan dengan kata-kata, melainkan dengan tindakan nyata. Menurutnya, membangun Papua dan Indonesia ke depan membutuhkan kolaborasi dan semangat yang sama seperti para pemuda 1928 bersatu, berjuang, dan berkarya.

“Jangan biarkan masa muda kita terbuang sia-sia. Mari lawan kemalasan, jauhi zona hitam, dan isi hidup kita dengan karya positif. Pemuda harus jadi cahaya, bukan bayangan,” tutup Senator PFM penuh semangat.

Melalui pesan ini, Senator Paul Finsen Mayor ingin menegaskan kembali makna sejati Sumpah Pemuda bahwa bangsa yang besar adalah bangsa yang tidak melupakan budayanya, serta generasi muda yang maju adalah mereka yang mampu menggabungkan modernitas dengan kearifan lokal.

Penulis : Andre R

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments