YALIMO – Ratusan mahasiswa bersama pelajar Kabupaten Yalimo menggelar aksi unjuk rasa damai di ibu kota Elelim, Kamis (18/09/2025).
Aksi ini merupakan respons atas insiden ujaran rasis di SMA Negeri 1 Elelim pada Selasa (16/09/2025) yang akhrnya memicu kerusuhan bahkan menelan korban jiwa.
Pantauan di lapangan menunjukkan aksi masih berlangsung di sejumlah titik di pusat kota Elelim. Massa membawa spanduk dan menyuarakan aspirasi mereka agar kasus ujaran rasisme ditangani secara adil serta tidak terulang kembali.

Kerusuhan yang dipicu oleh ujaran rasis tersebut sebelumnya berujung pada pembakaran puluhan bangunan, pelemparan, hingga bentrokan yang menyebabkan korban luka maupun meninggal dari pihak Orang Asli Yalimo maupun warga non-Yalimo.
Dalam aksi damai ini, mahasiswa dan pelajar menegaskan tuntutan agar semua pihak menjaga persaudaraan serta mengedepankan penyelesaian secara bermartabat. Mereka juga menyerukan agar aparat penegak hukum menindak tegas pelaku ujaran rasisme.
Hingga kini, situasi di Elelim terpantau kondusif dengan penjagaan aparat keamanan. Demonstrasi berlangsung tertib tanpa adanya tindakan anarkis meski suasana di tengah masyarakat masih diselimuti rasa waspada pasca-kerusuhan.
Penulis: Christo L


