MANOKWARI – Guna meningkatkan kesiapsiagaan operasional dan mobilitas satuan, Komando Daerah Militer (Kodam) XVIII/Kasuari menerima bantuan satu unit Kendaraan Taktis Khusus (Ransus) Maung dari Menteri Pertahanan Republik Indonesia dan sejumlah kendaraan dinas hasil swadaya Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD).
Penyerahan bantuan kendaraan dilakukan dalam sebuah upacara sederhana di Lapangan Makodam XVIII/Kasuari, Manokwari, Papua Barat, dipimpin Asisten Logistik (Aslog) Kasdam XVIII/Kasuari, Kolonel Czi Chotman Jumei Arisandy, mewakili Pangdam XVIII/Kasuari, Mayjen TNI Jimmy Ramoz Manalu.

Dalam amanat Pangdam yang dibacakan Aslog, ditegaskan bahwa dukungan kendaraan merupakan wujud nyata komitmen TNI AD, khususnya Kodam XVIII/Kasuari, untuk memperkuat kemampuan manuver dan respons satuan di wilayah dengan tantangan geografis dan demografis yang kompleks.
“Kehadiran kendaraan taktis Maung dan kendaraan dinas lainnya merupakan langkah strategis dalam meningkatkan efektivitas satuan dalam menghadapi dinamika tugas di lapangan,” ujar Pangdam.
Ransus Maung: Produk Dalam Negeri, Performa Tangguh
Kendaraan taktis ringan Maung yang diterima merupakan produksi dalam negeri yang dirancang untuk menghadapi berbagai kondisi medan. Kendaraan ini memiliki daya manuver tinggi, ketahanan prima, serta fleksibilitas untuk digunakan dalam operasi tempur terbatas, patroli keamanan, dan kegiatan teritorial.

Kodam XVIII/Kasuari juga memperoleh empat unit Toyota Avanza dan sembilan unit Toyota Rush untuk mendukung kegiatan administrasi, logistik, dan operasional satuan sehari-hari.
Profesionalisme Prajurit Tercermin dari Tanggung Jawab
Pangdam XVIII/Kasuari menekankan bahwa setiap kendaraan bukan sekadar aset fisik, melainkan amanah yang harus dijaga dan dimanfaatkan seoptimal mungkin untuk menunjang tugas pokok satuan.
“Kendaraan ini tidak untuk kepentingan pribadi. Saya perintahkan kepada para komandan satuan agar melakukan pengendalian, pengawasan, dan pemeliharaan secara ketat dan berkelanjutan. Tunjuk pengemudi yang kompeten dan pastikan sistem pelaporan berjalan baik,” tegas Pangdam.

Beliau juga mengingatkan bahwa profesionalisme prajurit tidak hanya diukur dari kemampuan bertempur, tetapi juga dari kepedulian dalam merawat alat utama pendukung tugas.
Mengutip pernyataan humoris dari Evan Esar, Pangdam menutup amanatnya:
“Beberapa orang merawat mobil dengan baik, yang lain memperlakukannya seperti salah satu keluarga.”
Pernyataan itu menjadi refleksi bahwa tanggung jawab atas sarana dan prasarana militer merupakan bagian integral dari jati diri prajurit TNI.
Untuk Papua Barat yang Aman
Penyerahan kendaraan menjadi bagian dari upaya berkelanjutan TNI AD membangun kekuatan yang profesional, adaptif, dan selalu hadir di tengah rakyat. Kodam XVIII/Kasuari menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat kehadiran negara di Tanah Papua Barat.

“Gunakan kendaraan ini untuk mempercepat respons satuan, memperkuat stabilitas keamanan, dan menunjang keutuhan NKRI. Jaga semangat juang, dan pegang teguh Sapta Marga, Sumpah Prajurit, serta 8 Wajib TNI,” pungkas Pangdam.
Penulis: Kristo


