NABIRE – Jajaran Polres Nabire akhirnya berhasil meringkus pelaku utama serangkaian aksi Kriminalitas yang menimbulkan keresahan warga masyarakat dalam beberapa pekan terakhir di Kabupaten Nabire, Papua Tengah.
Kapolres Nabire, AKBP. Samuel D. Tatiratu, SIK menegaskan bahwa penanganan kasus ini menjadi prioritas karena telah memicu kekhawatiran masyarakat.

“Kami telah mengungkap pelaku utama dari dua kejadian pembacokan yang terjadi di Pabrik Batako dan KPR,” ujarnya.
Polres Nabire memastikan pelaku utama berinisial “JB” telah diamankan setelah penyidik menemukan bukti kuat keterlibatannya dalam dua lokasi pembacokan, sementara 2 (dua) pelaku lain “AA” dan “AD” masih dalam pengejaran.
Penyidik telah memetakan peran masing-masing, dan tim lapangan terus bergerak untuk menangkap keduanya.
Kasus Pertama: Dua Bersaudara Alami Luka Bacok di KPR
Kasus pertama tercatat dalam laporan LP/B/341/X/2025/SPKT/Res Nabire/Polda Papua Tengah. Peristiwa terjadi Kamis (30/10/2025) sekitar pukul 02.00 WIT, ketika dua bersaudara berusia 19 dan 25 tahun diserang hingga mengalami luka bacok di leher, punggung, jari tangan dan kaki.

Aksi kejam tersebut terjadi setelah korban terbangun dan memergoki upaya pencurian. Rekaman CCTV menjadi kunci dalam menguatkan konstruksi penyidikan.
“CCTV membantu kami memastikan pergerakan dan keterlibatan pelaku,” jelas Kapolres.
Kasus Kedua: Penganiayaan Mematikan di Pabrik Batako
Kasus kedua tercatat dalam LP/B/391/XI/2025 dan terjadi pada Minggu (16/11/2025) sekitar pukul 04.00 WIT di area pabrik batako pres Sugali, Nabire dengan korban seorang pria berinisial AT (37) yang ditemukan tewas dengan luka parah di kepala.

Dalam penyelidikan, “JB” juga diketahui terlibat dalam pencurian motor bersama dua rekannya. Aksi mereka dipergoki korban sehingga memicu penganiayaan menggunakan gunting baja dan parang.
“Pelaku sudah berada di beberapa lokasi sebelumnya sebelum masuk ke pabrik dengan merusak pagar,” terang Kapolres.
Upaya Kabur Saat Pengembangan, Pelaku Dilumpuhkan
Saat pengembangan perkara, “JB” sempat mencoba melarikan diri dan melakukan perlawanan yang membahayakan petugas.
Polisi kemudian mengambil tindakan tegas terukur untuk melumpuhkannya.

“Pelaku mencoba melarikan diri sehingga kami lakukan tindakan tegas dan terukur,” ujar Kapolres.
Motif para pelaku diduga kuat berkaitan dengan keinginan memperoleh uang secara cepat tanpa bekerja sehingga memilih lokasi sepi dan waktu rawan untuk beraksi.
17 Kasus Menonjol Berhasil Diungkap
Dalam kesempatan yang sama, Polres Nabire memaparkan capaian pengungkapan 17 kasus menonjol sepanjang September–November 2025, meliputi pencurian, curanmor, pemerasan, penganiayaan, ancaman hingga kekerasan terhadap anak.
“Kami berterima kasih kepada masyarakat karena banyak informasi yang membantu penyidikan,” tutup Kapolres.
Penulis : Christo L


