JAKARTA – Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI), Paul Finsen Mayor, memberikan apresiasi tinggi kepada Wali Kota Sorong, Septinus Lobat, atas kebijakan strategisnya mengangkat Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di tengah kondisi fiskal daerah yang terbatas.
Keputusan berani tersebut, menurut Senator PFM mencerminkan kepemimpinan yang cepat, responsif, dan luar biasa. Wali Kota berani mengambil keputusan penting demi menjawab kebutuhan pelayanan publik dan peningkatan kualitas sumber daya manusia aparatur di Kota Sorong walaupun kondisi keuangan daerah belum sepenuhnya stabil.
“Di saat banyak daerah memilih menahan kebijakan karena keterbatasan anggaran, Wali Kota Sorong justru bergerak cepat dan menunjukkan keberanian politik yang patut diapresiasi. Ini adalah bentuk kepemimpinan yang berpihak pada pelayanan masyarakat,” ujar PFM, Rabu (28/01/2026).
Paul Finsen Mayor juga menegaskan bahwa kebijakan tersebut menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam menata birokrasi yang profesional dan berkelanjutan, meskipun dihadapkan pada tantangan fiskal yang tidak mudah.
“Langkah ini menunjukkan bahwa keterbatasan fiskal bukan alasan. Justru dibutuhkan pemimpin yang visioner dan berani mengambil keputusan strategis, seperti yang ditunjukkan Wali Kota Sorong,” tambahnya.
Sementara itu Pemerintah Kota Sorong secara resmi menyerahkan 531 Surat Keputusan (SK) pengangkatan CPNS dan PPPK di Gedung Lamberth Jitmau, Selasa (27/1/2026) kemarin.
Proses pengangkatan merupakan perjuangan panjang, sejak lima tahun lalu. Seleksi dilaksanakan pada Desember 2021 dan baru dapat direalisasikan pengangkatannya pada awal 2026.
Dalam sambutannya, Wali Kota Sorong Septinus Lobat menyampaikan bahwa pengangkatan CPNS dan PPPK menjadi pekerjaan rumah sekaligus tantangan besar bagi pemerintah daerah, mengingat kondisi keuangan daerah yang sangat terbatas dan fiskal yang rendah.
“Ini menjadi PR dan tantangan besar bagi saya. Kondisi keuangan daerah sangat-sangat rendah, sementara angka pengangguran di Kota Sorong sudah menembus 9,8 persen, termasuk yang tertinggi di daerah,” ujar Wali Kota Septinus Lobat.


