Saturday, April 4, 2026
Google search engine
HomeHukum & KriminalTambang Emas Ilegal Merajalela di Manokwari, LP3BH : Ada Alat Berat dan...

Tambang Emas Ilegal Merajalela di Manokwari, LP3BH : Ada Alat Berat dan Diduga Oknum Aparat Terlibat

MANOKWARI – Lembaga Penelitian, Pengkajian dan Pengembangan Bantuan Hukum (LP3BH) Manokwari meminta Polda Papua Barat untuk segera menghentikan seluruh aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) yang saat ini marak terjadi di kawasan Wasirawi, Kabupaten Manokwari.

Desakan tersebut disampaikan langsung Direktur Eksekutif LP3BH Manokwari, Yan Christian Warinussy, SH. Ia menyatakan prihatin dengan kegiatan penambangan ilegal di sekitar Kali Wasirawi yang dilakukan secara terang-terangan menggunakan alat berat.

Menurut laporan masyarakat lokal dan adat yang diterima LP3BH, aktivitas PETI di kawasan itu sudah berlangsung cukup lama dan kini semakin masif. Puluhan alat berat dikabarkan aktif menggali pasir dan tanah untuk mencari emas, tanpa izin resmi dan tanpa pengawasan dari pemerintah.

“Ini sangat mengherankan. Tidak ada satu pun tindakan pengawasan dari instansi pemerintah baik tingkat Kabupaten Manokwari maupun Provinsi Papua Barat yang memiliki kewenangan hukum terhadap kegiatan tersebut,” ujar Warinussy, Jumat, (25/07/2025).

Yang lebih mengejutkan, menurut Warinussy, tidak ada langkah tegas dari aparat penegak hukum, khususnya dari Polda Papua Barat. Bahkan, ia menyebut terdapat dugaan kuat adanya keterlibatan beberapa oknum aparat keamanan yang justru “mengamankan” jalannya operasi tambang ilegal tersebut.

“Kami mendapat informasi bahwa beberapa oknum aparat sudah ‘dipakai’ oleh pemilik usaha tambang ilegal untuk melindungi kegiatan mereka. Ini sangat berbahaya karena menyangkut kerusakan lingkungan dan hilangnya kewibawaan hukum,” tegasnya.

LP3BH juga mengungkap adanya dugaan keterlibatan sekitar enam orang pemilik alat berat yang mengoperasikan puluhan unit eskavator di lokasi.

Selain itu, kata Warinussy mereka juga diduga memiliki toko-toko penadah emas dan menjadi penyandang dana kegiatan tambang ilegal tersebut.

“Kami mempertanyakan, mengapa hingga saat ini para pelaku tambang ilegal itu tidak terjangkau oleh radar aparat penegak hukum? Apakah karena mereka memiliki kekuatan modal dan relasi dengan oknum tertentu?” tambah Warinussy.

LP3BH Manokwari menilai bahwa kegiatan PETI di kawasan Wasirawi tidak hanya melanggar hukum, namun juga mengancam kelestarian lingkungan hidup. “Proses eksploitasi yang tidak terkendali telah mencemari aliran sungai dan merusak daya dukung alam sekitar,” ujarnya.

Oleh karena itu, Warinussy meminta Kapolda Papua Barat Irjen Pol Johnny Eddizon Isir, SIK, MTCP untuk segera bertindak tegas menghentikan seluruh aktivitas tambang ilegal tersebut dan mengusut tuntas pihak-pihak yang terlibat, termasuk aparat yang terindikasi membekingi.

“Kami mendorong agar dilakukan operasi gabungan penertiban terhadap seluruh alat berat dan pekerja tambang ilegal. Juga harus ada langkah hukum terhadap penadah dan pemodal tambang ilegal ini,” tegasnya lagi.

LP3BH Manokwari menyatakan akan terus memantau dan mengawal proses penegakan hukum terhadap praktik PETI di Wasirawi.

“Kami juga membuka ruang bagi masyarakat untuk melaporkan segala bentuk pelanggaran lingkungan dan hukum di wilayah tersebut,” pungkasnya.

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments