Saturday, April 4, 2026
Google search engine
HomeBerita PapuaEselon II PBD Tanpa Anak Raja Ampat, Basis Suara Elisa Kambu di...

Eselon II PBD Tanpa Anak Raja Ampat, Basis Suara Elisa Kambu di 2029 Terancam

RAJA AMPAT – Tokoh pemuda Kabupaten Raja Ampat, Arfan Poretoka, menyampaikan kekecewaan mendalam terhadap Gubernur Papua Barat Daya, Elisa Kambu, menyusul tidak adanya satu pun anak asli Raja Ampat yang dilantik dalam jabatan struktural Eselon II di lingkungan Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya.

Arfan menilai keputusan tersebut mencederai rasa keadilan masyarakat Raja Ampat, terlebih daerah ini merupakan salah satu basis suara terbesar yang mengantarkan Elisa Kambu memenangkan Pemilihan Gubernur Papua Barat Daya.

“Perlu saya ingatkan, saat Pilgub lalu ada calon gubernur dari Raja Ampat, yakni Bapa Afu. Namun masyarakat Raja Ampat secara solid memberikan dukungan kepada Elisa Kambu,” ujar Arfan, Selasa (10/2/2026)

Sebagai intelektual muda dan tokoh pemuda yang terlibat langsung dalam konsolidasi dukungan politik kala itu, Arfan menegaskan bahwa kemenangan telak Elisa Kambu di Raja Ampat adalah fakta politik yang tidak bisa diabaikan begitu saja.

“Raja Ampat itu menang telak untuk Pak Elisa Kambu. Tapi saat pelantikan pejabat Eselon II, tidak satu pun putra daerah Raja Ampat diberi kepercayaan. Ini sangat kami sesalkan,” tegasnya.

Arfan mempertanyakan dasar pertimbangan pemerintah provinsi yang terkesan menyingkirkan keterwakilan anak daerah, padahal Raja Ampat memiliki banyak sumber daya manusia yang mumpuni dan layak menempati jabatan strategis.

Ia menegaskan bahwa sebagai tokoh pemuda, dirinya memiliki tanggung jawab moral untuk mengawal jalannya pemerintahan, baik di tingkat kabupaten maupun provinsi, agar tetap berpihak pada prinsip keadilan dan representasi wilayah.

Lebih jauh, Arfan mengingatkan bahwa kebijakan semacam ini dapat berdampak serius terhadap masa depan politik Gubernur Elisa Kambu, khususnya menjelang kontestasi politik tahun 2029.

“Dengan kondisi seperti ini, jangan berharap masyarakat Raja Ampat akan kembali memberikan dukungan. Kami punya harga diri. Tahun 2029, jangan harap bisa menang di Raja Ampat jika aspirasi kami terus diabaikan,” tandasnya.

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments