Thursday, April 2, 2026
Google search engine
HomeBerita PapuaHumanis Mengawal Aspirasi: Polres Nabire Hadir Menjaga Martabat Demokrasi di Papua Tengah

Humanis Mengawal Aspirasi: Polres Nabire Hadir Menjaga Martabat Demokrasi di Papua Tengah

NABIRE – Di tengah suasana duka dan keresahan akibat sengketa tapal batas adat di Distrik Kapiraya, Papua Tengah, Negara pun hadir melalui wajah yang menenangkan.

Jajaran Polres Nabire, Polda Papua Tengah di bawah kepemimpinan AKBP. Samuel Dominggus Tatiratu, SIK menunjukkan peran Polri yang humanis, mengayomi dan bermartabat dalam mengawal aksi unjuk rasa damai Lembaga Masyarakat Adat Suku Mee Ogeiye (LMA-O) Diyoweitopoke di Kantor DPRD Provinsi Papua Tengah, Jumat (12/12/2025) kemarin.

Sejak pagi hari, ratusan langkah kaki masyarakat adat yang membawa harapan dan luka sejarah dikawal dengan penuh kehati-hatian.

Sekitar 70 – 80 massa aksi bergerak dari Kios Panjang kawasan Pasar Karang, Nabire menuju Kantor DPRD Provinsi Papua Tengah. Di sepanjang perjalanan, aparat Kepolisian tidak berdiri sebagai pembatas, melainkan berjalan bersama dan menjadi pengaman sekaligus penjaga ketenangan.

Kapolres Nabire, AKBP. Samuel Dominggus Tatiratu yang dijumpai usai mengamankan jalannya aksi unjuk rasa damai tersebut menjelaskan bahwa pengamanan dilakukan berdasarkan koordinasi awal yang baik antara masyarakat dan pihak Kepolisian.

Sebanyak 100 personel disiagakan untuk memastikan seluruh rangkaian aksi berjalan aman dan tertib.

“Sejak kemarin sudah ada penyampaian aspirasi ke Polres terkait rencana kegiatan ini, khususnya menyangkut persoalan tapal batas di Kapiraya yang sebelumnya menelan korban jiwa dan materi. Hari ini semuanya berjalan aman dan tertib,” ujar Kapolres.

Aksi yang dimulai sekitar pukul 08.00 WIT hingga 12.20 WIT itu berlangsung tanpa insiden berarti yang dapat mengganggu aktivitas publik.

Aspirasi masyarakat adat diterima langsung oleh jajaran DPRD Provinsi Papua Tengah dan menandai tersalurnya suara rakyat melalui jalur yang bermartabat.

Lebih dari sekadar pengamanan, AKBP. Samuel menekankan bahwa yang dibangun adalah ruang demokrasi yang beretika, di mana kebebasan menyampaikan pendapat berjalan seiring dengan tanggung jawab bersama.

“Inilah yang kita harapkan ke depan. Penyampaian aspirasi dilakukan dengan prosedur yang baik. Ada koordinator lapangan yang bertanggung jawab dan pelaksanaannya tertib. Aspirasi boleh keras, tetapi tetap harus disampaikan dengan etika dan martabat,” tuturnya.

Dalam nada penuh syukur, Kapolres juga menyampaikan bahwa keberhasilan pengamanan ini adalah hasil kerja bersama. Sinergi antara Polres Nabire, Brimob Yon – A Nabire Pas – III Pelopor, Polsek jajaran serta dukungan Satpol – PP berpadu dengan sikap kooperatif masyarakat adat yang menyampaikan aspirasi.

“Puji Tuhan, Alhamdulillah. Untuk kesekian kalinya aksi unjuk rasa di Nabire berjalan aman dan tertib. Ini patut kita syukuri bersama,” ucapnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh personel pengamanan dan masyarakat yang telah menjaga ketertiban dari awal hingga akhir kegiatan.

Pengamanan aksi LMA-O Diyoweitopoke dimaksud menjadi cermin bahwa kehadiran Polri bukan hanya penjaga keamanan tetapi juga pengawal nurani demokrasi.

Dalam senyap pengawalan, Polres Nabire menunjukkan bahwa pendekatan humanis adalah jembatan terbaik antara Negara dan rakyat, terutama di tanah Papua Tengah yang sarat sejarah dan harapan akan keadilan.

Di bawah kepemimpinan AKBP. Samuel Dominggus Tatiratu, SIK, Polres Nabire menegaskan komitmennya untuk mengayomi tanpa menekan, mengamankan tanpa meniadakan suara dan menjaga agar setiap aspirasi rakyat tetap tersalurkan pada tujuan yang diharapkan.

Penulis: Jason

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments