SORONG -Menjelang perayaan Natal 2025, Angeline Yolanda Kardinal, seorang penggiat sosial sekaligus pemerhati anak, menggagas sebuah kegiatan berbagi kasih bertajuk “Carnaval / Tour Santa Claus 2025”. Agenda ini akan menyambangi lima pulau dan membagikan sekitar 3.000 bingkisan Natal kepada anak-anak lintas denominasi gereja serta anak-anak Muslim di beberapa masjid.
Bagi Angeline, momen Natal tidak hanya tentang perayaan, tetapi tentang menghadirkan kehangatan dan harapan, terutama bagi anak-anak yang tinggal di wilayah kepulauan. “Mohon doanya. Kami berencana melakukan Carnaval Santa Claus di lima pulau. Semoga ini menjadi berkat bagi anak-anak di Sorong Kepulauan,” ujarnya ketika dikonfirmasi rencana kegiatan tersebut.

Kegiatan ini mencerminkan semangat keberagaman dan toleransi yang hidup di wilayah Sorong Kepulauan. Tidak hanya ditujukan bagi anak Sekolah Minggu, melainkan juga bagi anak-anak Muslim yang berada di tiga masjid.
Dari daftar yang dihimpun, penerima bingkisan tersebar di berbagai gereja dan masjid berikut:
1.Gereja & Sekolah Minggu (11 Denominasi):
2. GPdI Bukit Kalvari
3.GKPMI Bethani
4.GPHI Segala Bangsa
5.GBGP Tabernakel Glory
6.GBI Sion
7.Paroki Santa Maria Bintang Laut Doom
8.Sekolah Minggu Noach Bethel Doom
9.Sekolah Minggu Marthen Luther Tanjung Lampu
10.Sekolah Minggu Emanuel Pulau Sop
11.Sekolah Minggu Pulau Ram
12.Sekolah Minggu Pulau Malaumkarta
Masjid (3 Lokasi):
1 Dua masjid di Pulau Doom
2.Satu masjid/musala di Pulau Ram
Total sekitar 3.000 bingkisan akan dibagikan sepanjang karnaval, yang rencananya akan berlangsung selama beberapa hari sebelum puncak perayaan Natal.
Ikhtiar Berbagi Kasih dan Membangun Sukacita
Menurut Angeline, kegiatan ini lahir dari keinginannya untuk menghadirkan momen sukacita bagi anak-anak yang tinggal di pulau-pulau, yang kerap menghadapi keterbatasan akses kegiatan hiburan maupun sosial. Kehadiran Santa Claus, parade sukacita, dan bingkisan sederhana diharapkan menjadi pengalaman yang tak terlupakan.
“Natal adalah tentang cinta kasih. Saya ingin anak-anak di pulau-pulau ini ikut merasakan kegembiraan dan perhatian. Bagi saya, wajah gembira mereka adalah hadiah yang tak ternilai,” kata Angeline dalam pesan singkatnya.
Di beberapa pulau, masyarakat dan para pemimpin gereja menyambut baik rencana ini. Pastor dan gembala jemaat dari sejumlah denominasi mengungkapkan apresiasi mereka, menyebut inisiatif ini sebagai bentuk nyata keberpihakan pada anak-anak dan penguatan nilai persaudaraan.
Menjalin Toleransi Lewat Kebahagiaan
Yang membuat kegiatan ini istimewa ialah jangkauannya yang melampaui batas-batas keagamaan. Angeline menekankan bahwa masa depan Papua Barat Daya berada di tangan anak-anak yang tumbuh dalam semangat toleransi.
“Kita semua bersaudara. Momen Natal ini menjadi ruang untuk saling berbagi, bukan hanya kepada yang seiman, tetapi kepada semua anak-anak yang membutuhkan kegembiraan,” tuturnya.
Pembagian bingkisan bagi anak-anak Muslim di Pulau Doom dan Pulau Ram disebutnya sebagai wujud kasih universal kasih yang tidak mengenal sekat kepercayaan.
Rencana Carnaval Santa Claus ini menunjukkan bagaimana kegiatan sosial dapat menjadi jembatan harapan di wilayah kepulauan yang tersebar dan terpisah lautan.
Dengan dukungan para tokoh agama, masyarakat kampung, dan relawan lokal, Angeline berharap momentum ini mampu memperkuat kohesi sosial serta menghadirkan pesan damai di penghujung tahun.
Kegiatan ini juga menjadi pengingat bahwa perhatian terhadap anak-anak di wilayah terpencil harus terus menjadi prioritas bersama.
“Doakan agar semua berjalan lancar. Semoga kita bisa membawa sukacita bagi 3.000 anak dan membuat Natal tahun ini berbeda bagi mereka,” tutup Angeline.
Penulis: Andre R



