Thursday, April 2, 2026
Google search engine
HomeBerita PapuaIkuti Jalan Sehat Kerukunan, Menang RI Tekankan Masyarakat Papua Jaga Toleransi

Ikuti Jalan Sehat Kerukunan, Menang RI Tekankan Masyarakat Papua Jaga Toleransi

KOTA SORONG – Menteri Agama Prof KH Nasaruddin Umar mengikuti kegiatan jalan sehat kerukunan di Kota Sorong, Provinsi Papua Barat Daya. Kegiatan bertajuk “Merawat Semesta dengan Cinta” itu juga dihadiri unsur pemerintah daerah, masyarakat Kota Sorong, hingga tokoh agama, adat, dan tokoh perempuan.

Prof KH Nasaruddin Umar mengatakan, kegiatan jalan sehat kerukunan yang dimulai dari GKI Maranatha dan berakhir di Masjid Agung Al-Akbar, adalah momen berharap.

“Saya paling bangga saat melihat rumah ibadah, sebab itu adalah tempat setiap orang mendekatkan diri kepada Tuhan-Nya. Semakin banyak dan dekat satu orang kepada Tuhan-Nya, maka mendorong dia lebih jauh dari perbuatan kriminalitas,” ujar Prof KH Nasaruddin, Sabtu (13/12/2025).

Kemenag, kata KH Nasaruddin Umar lebih suka pemerintah membangun rumah ibadah lebih banyak, ketimbang harus melihat tempat judi, mabuk, dan prostitusi tumbuh subur di seluruh daerah Indonesia.

“Saya rasa jika umat lebih dekat dengan agamanya, maka tugas polisi lebih sedikit, karena keamanan ada hatinya,” katanya.

Oleh karena itu, pihaknya ingin seluruh umat beragama di Papua Barat Daya lebih banyak ke tempat ibadah, agar bisa terhindar dari perbuatan-perbuatan tercela nantinya.

Selain itu, Prof KH Nasaruddin Umar menekankan agar masyarakat di Papua Barat Daya, selalu menjaga toleransi dan harmoni dengan alam.

“Kita semua percaya setiap benda yang berada di muka bumi tidak ada istilah benda mati, sebab seluruh ciptaan di muka bumi ini akan selalu beribadah pada Tuhan,” jelasnya.

“Lebih baik kita saling mencari titik temu antar agama, ketimbang cari perbedaan. Jangan cari perbedaan satu agama dengan agama lain, karena itu akan menggambarkan kedangkalan pemahaman agamanya,” ucap Imam Besar Masjid Istiqlal Jakarta itu.

Ia menegaskan, semakin dalam pemahaman agama seseorang di bumi, maka dia akan semakin akrab dengan saudara yang lainnya.
Menurutnya, seluruh umat yang beragama pasti akan sadar bahwa seluruh manusia berasal dari satu sumber yakni Tuhan.

“Toleransi itu bukan mencari perbedaan, tapi hakikatnya adalah membiarkan perbedaan itu perbedaan, dan persamaan itu persamaan, tapi agamamu agamamu, agamaku agamaku dan mari kita jalan beriringan,” tegasnya.

Penulis : Jason

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments